Selayang Pandang
<!--[if !supportLists]-->2.1.
<!--[endif]-->LEGENDA DESA KARANGAN
Desa Karangan bila ditinjau
dari sisi geografis mempunyai potensi sumber daya alam yang dapat meningkatkan
sumber pendapatan masyarakat desa bila mempunyai ketrampilan yang memadai. Namun
hal tersebut belum dikelola secara maksimal, dikarenakan terhambat olah
pengetahuan yang memadai. Sehingga hal ini menimbulkan kantong kantong
kemiskinan yang hampir tersebar merata disetiap dusun.
<!--[if !supportLists]-->2.1.1. <!--[endif]-->Sejarah Desa
Legenda menurut arti kata yang sebenarnya adalah kisah atau cerita
tentang asal usul terjadinya suatu daerah. Bila cerita ini dikaitkan dengan
kejadian nyata yang akan muncul, maka akan dinamakan sejarah. Sejarah merupakan
kenangan yang sangat besar nilainya karena dapat digunakan sebagai pedoman
berjalanaya suatu kegiatan, pembangunan pemerintahan suatu desa atau negara
Berdasarkna uraian
diatas, di desa karangan juga terjadi kejadian yang saling berkaitan dan
panjang
Berdasarkan kata yang di
himpun dari narasumber masyarakat, pinisipuh, mantan aparat desa, desa karangan
terbentuk pada pertengahan abad delapan belas yang lalu. Tentang nama tokoh
pendiri atau babat asal usul desa karangantidak diketahui namanya. Nama
”KARANGAN” di berikan para pendiri desa karena pada awalnya para pembabat alas
atau pendiri desa melihat banyak lahan lahan yang kosong yang dalam bahsa jawa
” KARANGAN” sehingga desa ini dinamakan karangan.
Pada awalnya desa
Karangan ini terbagi menjadi dua desa yaitu desa Karangan dan desa Blimbing
Sukorejo dengan Kepala Desa sendiri – sendiri. Lambat laun karena wilayah
blimbing sukorejo terlalu sempit untuk di sebut desa akhirnya di satukan
menjadi satu desa dengan kepala desa, desa bentukan tersebut dinamakan karangan
sampai sekarang.
Dalam perjalanan dan perkembanganya desa karangan meliputi 5 dusun yaitu
:
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Dusun Karangan Kulon
Nama karangan kulon ini
diberikan sesuai dengan lokasi dari pusat pemerintahan desa karangan yaitu di
sebelah yang dalam bahasa jawa ” KULON” sehingga sampai sekarang tetap
dinamakan desa Karangan Kulon
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Dusun Karangan wetan
Nama Karangan Wetan juga
diambil sesuai dengan lokasinya yang
berada disebelah timur pusat pemerintahan yang dalam bahasa jawa timur berarti
” WETAN” sehingga sampai sekarang dinamakan Karangan Wetan
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Dusun Blimbing
Nama Dusun Blimbing ini
diberikan karena dulunya di dusun ini banyak terdapat tanaman buah blimbing dan
untuk lebih mempermudah pemberian namanya maka selanjutnya dinamakan dusun
BLIMBING
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Dusun Jeruk
Nama Dusun ini pun asal usulnya
tidak berbeda dengan dusun di atas, bedanya hanya terletak pada jenis tanaman
buah buahan yang ada yaitu jeruk, sehingga kemudian dinamakn dusun JERUK
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Dusun Karangan Krajan
Dinamakan karangan krajan
Karena semua katifitas pemerintahan desa berpusat atau berkerajaan disini. Maka
kemudian dusun ini dinamakan dusun karangan krajan.
Pemegang tambuk kepemimpinan desa yang dalam hal ini disebut
kepala desa yang pernah menjabat di desa karangan telah mengalami 11 (Sebelas )
Kali pergantian, antara lain :
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Bapak Simpen
Tahun berapa beliau mulai
menjabat sebagai kepala desa karangan tidak dapat diketahui secara pasti, yang
diketahui hanya tahun lengsernya saja yaitu pada tahun 1932.
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Bapak Karjono
Setelah lengsernya Kepala desa
Pertama, Pada Thun 1933 diangkat kepala desa kedua yaitu bapak Karjono, masa
jabatanya selama 27 Tahun dan pada tahun 1960 Lengser.
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Bapak Bakat Sukamin
Mulai menjabat sebagai kepala
desa karangan mulai tahun 1961 – 1970.
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Bapak Sarkawi
Setelah kepala desa ke tiga
habis masa jabatanya, kemudian beliau menjadi kepala desa karangan yang ke
empat dari tahun 1971 sampai tahun 1973
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Bapak Suyoto
Kepala desa karangan keempat
lengser, Maka pada tahun 1974 pemerintah daerah menugaskan mantan anggota ABRI
untuk menjadi kepala desa yang disebut KARTEKER. Mulai tahun tahun 1973 ini
bapak suyoto menjadi kepala desa karangan ke Lima sampai dengan tahun 1991
<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Bapak didik asnandar
Setelah lengsernya bapak
Suyoto, maka pada tahun 1983 beliau terpilih menjadi kepala desa karangan
sampai dengan tahun 1991
<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Bapak Sugiyoto
Beliau mulai menjabat kepala
desa karangansejak tahun 1992 sampai dengan tahun 2000. Beliau adalah kepala
desa ke tujuh
<!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->Bapak sarmiadi
Kepala desa karangan ke tujuh
lengser, beliau terpilih menjadi kepala desa karangan yang kedelapan. Masa
jabatanya dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2006.
<!--[if !supportLists]-->9. <!--[endif]-->Bapak sugiyoto
Setelah masa jabatanya habis,
maka diadakan kepala desa berikutnya dan dari pemilihan ini terpilihlah bapak
sugiyoto sebagai kepala desa karangan mulai tahun 2007. Jabatan kepala desa ini
yang kedua kalinya.
<!--[if !supportLists]-->10. <!--[endif]-->Ibu Hj. Jumirah
Masa jabatan bapak sugiyoto
habis pada bulan agustus 2013 dan pada pemiihan kepala desa berikutnya pada
bulan nopember 2013 terpilihlah salah satu dari dua calon kepala desa yaitu ibu
jumirah
<!--[if !supportLists]-->11. <!--[endif]-->Ibu Hj. Jumirah
Setelah masa jabatan enam tahun
kepemimpinan ibu jumirah habis, pada periode tahun 2019 beliau terpilih kembali sebagai kepala desa
karangan yang ke sebelas (11).